Erotika (di) Indonesia: Sedikit Catatan

Erotika—kisah-kisah yang memberi tekanan istimewa kepada adegan seks dalam cerita, yang terkadang disebut, tanpa argumen yang pasti, “pornografi”—selalu punya…


Bersetia pada Konvensi, Bergairah pada Sejarah
Membaca Sair Rempah-Rempah (1918) Karya Marco Kartodikromo

Pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, di tanah Hindia bertebaran begitu banyak karya sastra Melayu Pasar yang dipelopori oleh kaum Tionghoa peranakan dan…


Sesuatu di dalam Dipanegara
Gejolak Batin Sang Pangeran di Tengah Palagan Perang Jawa (1825-30)

Babad Dipanegara merupakan torehan semangat perjuangan yang heroik, juga ingatan atas kekecewaan dan patah hati yang mendalam dari sang pangeran. Pendengaran,…


Burung-Burung Manyar dan Nasionalisme Sayu

Adakah dari kita di tahun 2022 ini yang belum membaca Burung-burung Manyar karya Y.B. Mangunwijaya? Entah apakah novel macam itu masih akan berbunyi di zaman…


Membumbui Sejarah, Meramu Mitos

Novel Kura-kura Berjanggut (KkB) tentu saja bukan karya sastra pertama dan satu-satunya yang diperbincangkan terkait narasi sejarah. Bahkan, karya-karya setua…


Menggapai Hukum Alam

—Surat untuk Niduparas Erlang   Pamflet di bawah ini, yang saya tulis setelah membaca tulisan Bung “Residu Kaki Kata: Di Mana Kelisanan Diinjak, Di Situ…


Menyusuri Keping-keping Identitas
Membaca Pinara Pitu Mira MM Astra

If we don’t name ourselves we are nothing. -Audre Lorde[1]   Pinara Pitu (2016) adalah buku kumpulan puisi Mira MM Astra, penyair perempuan Bali kelahiran…


Antara Memuji dan Menyalahi
Melihat Sisi Paradoksal Burung Kayu

Ada beberapa persoalan dalam Burung Kayu, novel perdana Niduparas Erlang, yang bertalian erat dengan dinamika masyarakat adat Nusantara hari ini. Dalam tulisan…


Modernisme versus Adat dalam Naskah Drama Pembalasannja

Pembalasannja adalah sebuah tonil karya Saadah Alim yang diterbitkan oleh Balai Pustaka pada tahun 1940. Tonil ini bercorak komedi gelap-romantik berlatar…