Berita
Undangan Menulis Edisi 14
Kami mengundang Anda untuk mengirimkan tulisan ke rubrik Marginalia, Blog, dan Meja Bundar Tengara.id. Tulisan bisa berkaitan dengan tema utama edisi berikutnya, bisa juga tidak.
Tema edisi 14 (November 2026) adalah “Sastra dan Spiritualitas”. Sastra dan spiritualitas merupakan saudara kembar yang kerap diceraikan oleh nasib. Dua saudara lain, agama dan religiositas, cenderung lebih beruntung, meski keberuntungan itu tidak selalu berbanding lurus dengan potensi mereka untuk menghasilkan cetusan pemikiran segar. Persentuhan dengan iklim modernisme membuat basis-basis pemikiran mereka goncang, fenomena yang membawa pada konsekuensi pandangan kesastraan yang memuat revivalisme puritan atau, sebaliknya, apatisme personal yang asosial. Pembahasan tentang relasi sastra dan spiritualitas mungkin bertolak dari pertanyaan klasik dan abadi tentang teknik serta fungsi berbagai citraan samawi dalam karya sastra. Akan tetapi, pembalikan nasib sebagaimana yang diharapkan oleh edisi Tengara ini memungkinkan pertanyaan tersebut didaratkan dan diperluas pada titik mana pun di bentangan bumi. Jika agama, misalnya, melahirkan ekoteosentrisme, apakah dimungkinkan menggeser konsep sastra-agama menjadi sastra-spiritualitas supaya celah antroposentrisme yang kerap dinormalisasi melalui interpretasi akrobatik terhadap doktrin agama bisa ditambal? Jika futuris Ray Kurzweil, lebih dari dua dekade silam, menubuatkan akal imitasi sebagai “mesin spiritual”, bagaimana kita membahas relasi sastra dan spiritualitas pada masa ketika, baik produksi sastra maupun interpretasinya, makin kerap dilakukan dengan bantuan akal imitasi? Apakah berbagai fenomena di dunia sastra mampu memperluas makna spiritualitas kontemporer atau justru sebaliknya mempersempitnya?
Pertanyaan-pertanyaan semacam itu bisa menjadi basis untuk meninjau ulang berbagai varian relasi sastra dan spiritualitas pada masa kini. Mungkin, hasil dari upaya tersebut tidak memberikan dampak langsung bagi situasi zaman yang kian panas, denotatif ataupun konotatif, tetapi setidaknya bisa menyodorkan berbagai pemikiran segar yang berpotensi memantik kesadaran tentang hal-hal yang selama ini dimarginalkan oleh ilusi-ilusi jagat kontemporer.
