Blog 20 Agustus 2022Representasi Tokoh-Tokoh Padri —dalam Lakon-Lakon Wisran Hadioleh Deddy Arsya 29 Juli 2022Kerja-kerja di Pinggir Sastra Indonesia Melihat Peran Agen Sastra Lebih Dekatoleh Doni Ahmadi 22 Juli 2022Maut dan Modernitas Dari “Aku” Chairil ke “Aku” Wiji Thukuloleh Hikmat Darmawan 13 Juli 2022Ketimpangan “Keluarga Kudus” —dan Kemunafikan Gereja Katolikoleh Felix Nesi 12 Juli 2022Sebelum “Aku” (1943) Penyair Pujangga Baru Sudah Bi(a)sa Bilang ‘Aku’ oleh Tomy D. Ginting